#25 | Warung Sayur 24 Jam

Kedai Sayur Mayur 24 Jam

 
Bagi kalangan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, ada banyak peluang bisnis baru sejak Covid-19 mulai menyebar pada bulan Maret 2020. Salah satunya Warung Sayur 24 Jam. Seperti namanya, warung ini menyediakan berbagai kebutuhan dapur, dari beras, sayur, hingga bumbu.
 
Usaha warung sayur dadakan semacam ini banyak saya temukan tak jauh dari rumah, meski tidak semuanya buka 24 Jam. Salah satu warung sayur yang buka 24 Jam itu Kedai Sayur Mayur 24 Jam, lokasinya di Jalan Karanglo, tak jauh dari Pasar Legi Kotagede, Jogja.
 
Saat awal kedai sayur itu dibuka, saya sempat ragu apakah usaha itu akan sukses karena lokasinya tak jauh dari pasar yang menawarkan persediaan sayur lebih lengkap dan lebih murah.
 
Dalam sehari-hari, ada dua pegawai kedai itu yang masih berstatus mahasiswa. Semakin lama, jenis sayur mayur yang ditawarkan semakin beragam, termasuk ada buah-buahan. Karena ruang kedai yang tidak begitu besar, sayur mayur dan dagangan lain diletakkan hingga samping warung itu.
 
Seiring waktu, kedai itu banyak dikunjungi pelanggan. Selain menyediakan sayur dalam kondisi segar, kedai itu juga memberikan bonus kepada pelanggan. Dalam hari-hari tertentu, setiap pembeli mendapat bonus satu plastik tahu dan terkadang satu ikat sayur.
 
Pada saat awal penyebaran Covid-19, kita semua dianjurkan untuk lebih banyak tinggal di rumah. Keberhasilan usaha warung sayur tampaknya tidak terlepas dari peruhan perilaku masyarakat akibat pandemi. Karena lebih banyak di rumah, kebutuhan logistik dapur pun semakin bertambah dibanding sebelum ada penyebaran virus.
 
Meski layanan Pesan Antar Makanan Online 24 Jam melalui gofood dan grabfood juga menjamur di musim pandemi, tapi bagi sebagian masyarakat memasak sendiri lebih menyenangkan karena akan menghadirkan menu masakan yang lebih fresh. Karena itu lah kebutuhan sayur mayur pun meningkat.  
 
Pelanggan Kedai Sayur Mayur 24 Jam semakin banyak. Karena tidak ada petugas parkir, motor-motor diparkir sembarangan di sekitar kedai dan terkadang mepet dengan bahu jalan. Hingga ada dua petugas parkir yang mengatur motor-motor itu.  
 
Peningkatan kebutuhan sayur mayur yang awalnya untuk memenuhi logistik dapur akibat pandemi, tampaknya tidak berubah setelah pandemi menyebar lebih dari satu tahun. Kebutuhan masyarakat akan sayur mayur tetap meningkat.
 
Tampaknya, trend ini ditangkap oleh pelaku UMKM lain dengan mendirikan warung sayur mayur yang lokasinya tak jauh dari Kedai Sayur Mayur 24 Jam.

Warung Sayur Mayur tak Bernama

 
Warung sayur mayur tandingan itu berdiri saat Kedai Sayur Mayur 24 Jam ada petugas parkirnya.
 
Warung sayur mayur tak bernama itu mulai kedatangan pelanggan. Tampaknya, sebagian pelanggan Kedai Sayur Mayur 24 Jam mulai pindah ke warung itu karena pelanggan tidak perlu membayar uang parkir.
 
Tapi bukan hanya soal parkir, warung itu memang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Kedai Sayur Mayur 24 Jam. Dengan ruang warung yang lebih luas, sayur mayur dan dagangan lain yang disediakan pun lebih banyak.
 
Warung itu juga mengemas beberapa paket sayur dalam satu plastik, seperti untuk sayur lodeh maupun sop. Sehingga, pelanggan tidak perlu memilih berbagai jenis sayuran. Tinggal mengambil satu atau dua plastik, pelanggan pun tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk berbelanja.
 
Tampaknya, harga di warung itu juga lebih murah. Kalau satu sisir pisang kepok di Kedai Sayur Mayur 24 Jam harganya 23 ribu, di warung tandingan itu hanya 15 atau 16 ribu.
 
Seiring waktu, pelanggan Kedai Sayur Mayur 24 Jam berkurang dan petugas parkir pun tak ada lagi.

Komentar

Rekomendasi